Akibat adanya kenaikan temperatur dan perubahan iklim serta curah hujan yang ekstrem sebagai dampak pemanasan global mengakibatkan nyamuk lebih sering bertelur dan menyebarkan penyakit-penyakit tropis yang berdampak terhadap kesehatan manusia. Beberapa dampak akibat pemanasan global terhadap kesehatan manusia adalah sebagai berikut.
1. Penyebaran Penyakit Malaria, Demam Berdarah Dengue (DBD), Demam Kuning, dan Cikungunya yang Semakin Meluas

Malaria, DBD, demam kuning, dan cikungunya adalah wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis. Namun laporan terakhir menunjukkan bahwa terdapat nyamuk Anopheles yang merupakan jenis nyamuk vektor utama penyakit malaria yang selama ini dianggap hanya mampu berkembang biak pada daerah-daerah tropis saja dengan suhu tidak kurang dari 16 derajat celcius dan pada ketinggian kurang dari 1000 m, telah ditemukan juga di daerah-daerah subtropis dan pada ketinggian yang sebelumnya tidak ditemukan Anopheles seperti di Afrika Tengah dan Ethiopia.
2. Meningkatnya Insiden Alergi dan Radang Selaput Otak

Fenomena pemanasan global sangat perbepangaruh terhadap genasanan penyakit yang mengganggu kesehatan manusia. Para ilmuan memprediksi peningkatan insiden alergi dan radang selaput otak (encephalitis), karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari.
3. Meningkatnya Penyakit Diare dan Penyakit Kulit

Masalah kesehatan manusia yang berupa peningkatan penyakit diare dan penyakit kulit disebabkan akibat pemanasan global yang berdampak pada bencana alam seperti banjir.
4. Merebaknya Wabah Penyakit Saluran Pernapasan

Salah satu dampak pemanasan global terhadap kesehatan manusia di muka bumi adalah merebaknya wabah-wabah penyakit khususnya untuk penyakit-penyakit saluran pernapasan. Hal ini dikarenakan pemanasan global menyebabkan polusi dan pencemaran udara yang akhirnya menurunkan fungsi dari paru-paru.
5. Meningkatnya Penyakit yang Mematikan

Saat ini banyak sekali penduduk kota yang terkena penyakit karena polusi kota yang mematikan dan tidak bisa diobati kecuali dengan transplantasi organ tubuh yang tentunya sangat mahal biayanya.
6. Busung Lapar

Menurut penelitian terbaru, terdapat 90% kemungkinan bahwa 3 miliar orang di seluruh dunia harus memilih antara pergi bersama keluarganya ke tempat yang beriklim baik atau kelaparan akibat perubahan iklim sebagai dampak pemanasan global dalam kurun waktu 100 tahun.