Struktur Atom Berdasarkan Teori Atom Bohrn dan Mekanika Kuantum

Berdasarkan teori atom Dalton, kita dapat mendefinisikan atom sebagai unit terkecil dari suatu unsur yang dapat melakukan penggabungan kimia. Tetapi, serangkaian penelitian yang dimulai pertengahan abad ke-19 secara jelas menunjukkan bahwa sesungguhnya atom memiliki struktur internal: Struktur atom ini adalah partikel-partikel yang lebih kecil dari atom dan disebut sebagai partikel subatom. Sejauh ini, ada tiga partikel subatom yang menyusun atom sesuai teori yang telah dikemukakan oleh Niels Bohr, yaitu elektron, proton, dan neutron.

Struktur Penyusun Atom
Struktur Penyusun Atom

1.Elektron

Tahun 1898, J.J.Thomson mengemukakan bahwa atom merupakan bola positif yang dinetralkan oleh muatan negatif yang tersebar merata pada permukaan bola. Kita mengenal partikel bermuatan negatif ini sebagai elektron. Dalam serangkaian penelitian yang berlasung pada akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20, ternyata elektron dapat dihitung massanya. Untuk menghitung massa sebuah electron digunakan rumus:

Menghitung Massa Elektron

2. Proton

Setelah diketahui bahwa partikel dasar penyusun atom adalah elektron yang bermuatan negatif, hal ini menimbulkan dugaan bahwa partikel dasar penyusun atom juga mengandung muatan positif. Menurut proporsi Rutherford, muatan positif atom seluruhnya terkumpul dalam inti (nucleus), yaitu suatu inti pusat yang padat dan terletak di dalam atom. Partikel bermuatan positif dalam inti disebut sebagai proton. Muatan setiap proton mempunyai magnitude yang sama dengan elektron dan bahwa massanya adalah 1,67262 x 10-24 (sekitar 1840 kali masa elektron, yang muatannya berlawanan).

Pelajari Juga:  Cara Menghitung Jumlah Proton, Elektron, dan Neutron pada Ion

3. Neutron

Pada tahun 1920, Ruthorford mempunyai pemikiran bahwa di dalam atom terdapat partikel netral yang bermassa sama dengan proton. Setelah 12 tahun berlangsung, tepatnya tahun 1932, seorang fisikawan inggris bernama James Chadwick melakukan penelitian yang membuktikan dugaan Rutherford. Chadwick melakukan penelitian dengan menembakkan sinar alfa ke atom berilium. Logam tersebut memancarkan radiasi yang berenergi sangat tinggi yang sama dengan sinar gama. Penelitian ini mendeteksi adanya partikel tidak bermuatan yang massanya sedikit lebih besar daripada massa proton. Chadwick menamai partikel ini sebagai neutron. Massa netron sebesar 1,67262 x 10-24 g.

Tinggalkan Balasan