Carolus Linnaeus

Carl Linnaeus, yang kemudian dikenal sebagai Carolus Linnaeus, lahir pada 23 Mei 1707, di Råshult, Småland, Swedia. Ia adalah anak sulung dari Nils Ingemarsson Linnaeus dan Christina Brodersonia. Sejak usia dini, Linnaeus menunjukkan minat pada alam dan tanaman, seringkali mengumpulkan spesimen di pedesaan.

Foto Carolus Linnaeus
Foto Carolus Linnaeus Image via images.newscientist.com

Berikut adalah gambaran singkat tentang kehidupan dan karier Linnaeus:

  1. Pendidikan Awal: Linnaeus memulai pendidikan formalnya di Sekolah Katedral di Växjö, Swedia. Minatnya pada botani dan tanaman sudah terlihat selama masa sekolah.
  2. Studi di Universitas: Linnaeus belajar di Universitas Lund dan kemudian di Universitas Uppsala. Ia mempelajari kedokteran, tetapi kecintaannya pada botani mendorongnya untuk mengejar taksonomi tanaman. Ia menjadi terkenal karena keahliannya dalam botani dan mulai mengembangkan sistem klasifikasinya sendiri.
  3. Systema Naturae: Pada tahun 1735, Linnaeus menerbitkan edisi pertama “Systema Naturae,” sebuah karya yang membentuk dasar klasifikasi biologis modern. Ini menandai awal usahanya untuk membuat cara sistematis dan standar dalam memberi nama dan mengategorikan organisme hidup.
  4. Nomenklatur Binomial: Linnaeus memperkenalkan konsep nomenklatur binomial, di mana setiap spesies diidentifikasi dengan nama Latin dua bagian yang terdiri dari genus dan spesies. Sistem penamaan ini masih digunakan dalam biologi saat ini.
  5. Karier Akademis: Linnaeus menjabat berbagai posisi akademis, termasuk jabatan profesor di Universitas Uppsala. Ia menjadi tokoh sentral dalam komunitas ilmiah dan terlibat dalam pengembangan pendidikan kedokteran di Swedia.
  6. Pengakuan Internasional: Linnaeus mendapat pengakuan internasional atas kontribusinya dalam taksonomi dan botani. Ia berkorespondensi dengan ilmuwan dan peneliti dari seluruh dunia, bertukar informasi dan spesimen.
  7. Expeditio Botanica: Pada tahun 1751, Linnaeus memimpin “Expeditio Botanica,” sebuah ekspedisi botani ke Lapland. Ekspedisi ini memungkinkannya untuk mempelajari dan mendokumentasikan flora di wilayah tersebut.
  8. Hidup Tua: Di tahun-tahun terakhirnya, Linnaeus menghadapi tantangan keuangan, dan ia mengalami masalah kesehatan. Meskipun mengalami kesulitan, ia terus melanjutkan pekerjaan ilmiahnya.
  9. Warisan: Carolus Linnaeus meninggal pada 10 Januari 1778, di Uppsala, Swedia. Warisannya tidak hanya mencakup kontribusinya terhadap taksonomi dan botani, tetapi juga dampaknya pada pemahaman lebih luas tentang dunia alam. Sistem klasifikasi Linnaean membentuk dasar bagi sistem klasifikasi biologis modern.
Pelajari Juga:  15 Soal Olimpiade Biologi Klasifikasi Makhluk Hidup dan Jawabannya

Pengaruh Linnaeus melampaui prestasi ilmiahnya, karena ia memainkan peran penting dalam membentuk cara ilmuwan mendekati studi tentang kehidupan dan keragaman alam.